Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Renungan’ Category


Selamat tahun baru Hijriah 1432

Semoga Alloh memperbaiki keadaanku, memperbaiki kehidupanku, memudahkan dan menunjukkan jalanku.

Semoga Alloh melindungi keluargaku, saudaraku, teman-temanku, dan orang-orang yang kucintai.

Semoga Alloh menjaga belahan jiwaku dan mempersatukan kami 🙂

Semoga Alloh melapangkan rezekiku, menjadikanku orang kaya dengan harta dan usaha yang barokah.

Semoga Alloh menambah teman dan saudaraku dalam mengarungi dunia ini bersama-sama sehingga jalan terasa ringan.

Semoga Alloh memperbaiki kesehatanku, membaguskan tubuh dan wajahku, serta membaguskan akhlakku.

Semoga Alloh menghimpun semua kebaikan yang kupinta dan menjauhkan bala….Aminnn

Tahun ini harus Figggggghhhhhhhhhhhhhhttttttt…………………Ya Alloh tolonglah aku dengan pertolongan yang banyak.

Read Full Post »

Hujan Abu Merapi


Hujan abu

[5 novermber 2010 ]Pagi itu sekitar jam 5 ku buka mata, kudengar seperti hujan gerimis kecil tapi kok kurang keras untuk ukuran air hujan. Jam segini biasanya sudah terang, ini kok masih gelap, kupikir ada yang gak beres nih. Benar juga setelah kuliat keluar ternyata masih gelap tidak seperti biasanya. HUJAN ABU,,, ya tebal sekali, kalo disorot dengan lapu senter akan keliatan jelas. Sejauh mata memandang hanya abu2 keputih-putihan. Ternyata setelah kulihat berita ternyata merapi memuntahkan energi paling dahsyatnya yang terkakhir kali sedahsyat itu katanya tidak kurang dari seabad yang lalu. Sampai sore hari masih saja hujan abu, untungnya sorenya turun hujan gerimis. Ternyata hujan abu ini mencakup daerah yang cukup luas disekitar sini, dan ketebalanya mungkin sekitar 1 sampai 2 cm. Bahkan di berita tv sampai menjangkau Bandung dan Bogor.

Hari ini kita mengambil pelajaran dari alam. Tidak semestinya manusia menyobongkan diri dan lupa diri. Hari ini kita diingatkan gunung dengan tasbihnya, yang di mentawai laut yang bertasbih, di wasior air yang bertasbih. Di bagian lainnya bumi yang bertasbih dengan guncangannya. Bagaimana dengan manusia …. sudahkah kita bertasbih dan mengagungkan Alloh dengan pengagungan yang semestinya. Jangan sampai kita terpaksa bertasbih dalam kesempitan dan ketakutan saja. Mari bertasbih dalam kelapangan dan kebahagiaan. Karena seluruh semesta pun bertasbih,,,dengan sukarela. SubhanAlloh Walhamdulillah walaIllahaillaLLoh HuAlloh huAkbar. Allhuakbar walillahilhamd.

Read Full Post »

Alhamdulillah


Alhamdulillah Ya Alloh

Atas segala petunjukMu, pertolonganMu, kasih sayangMu, sampai detik ini umurku sampai disini

Walau kebanyakan aku tak mengerti atau belum mengerti akan segala hikmah dari segala kejadian yang engkau kehendaki. Alhamdulillah atas segala pelajaran yang telah Engkau berikan. Tolonglah lebih banyak lagi karena didepan (InsyaAlloh) akan lebih banyak tantangan dan rintangan. Kuatkan diriku, kuatkan jiwaku, kuatkan kedudukanku, kuatkan badanku, agar aku dapat melewati semua ujianMu dan lulus setidaknya dengan nilai yang layak, kalaupun aku tidak mendapatkan nilai terbaik.

Berilah petunjukMu agar aku dapat mengerti dan memahami segala pelajaran yang Engkau hadirkan dalam hidupku ini. Alhamdulillah kau berikan kepadaku keluarga yang mencintaiku….harapanku tolonglah aku untuk membahagiakan mereka. Tolonglah aku untuk memberikan kebahagiaan kepada dunia…dengan demikian Engkau telah berikan kebahagiaan padaku.

Ya Alloh, jalan kedepan semakin sulit, untuk itu mudahkanlah.

Ya Alloh jalan itu semakin sempit, lapangkanlah.

Ya Alloh jalan itu semakin gelap dan samar, tunjukkanlah dan berilah cahayaMu….

Ya Alloh ampunilah dan tolonglah aku…keluargaku…saudara2ku…teman2ku….orang2 yang kusayangi…dan hamba2Mu……

Alhamdulillah……………….. http://www.youtube.com/watch?v=yxzoplqtmHk

Read Full Post »

lebaran 1430 H 2009


Stasiun bekasi jam setengah lima pagi. Azan shubuh baru selesai berkumandang ketika kuinjakkan kaki di lantai stasiun yang kusam. Seorang anak perempuan belasan tahun melompat keluar dari kereta ketika kereta yang mengantarku itu mulai berjalan kembali. Tangannya menggengam koran2 lusuh bekas alas tidur para penumpang. Kemudian ia merapikan lalu melipatnya dengan rapi. Disampingnya masih terlelap (kemungkinan) beberapa anggota keluarganya. Tidak kurang dari sepuluh orang lelaki, perempuan dan anak2 terlelap di lantai stasiun yang kusam, tampak tidak menghiraukan sekeliling. Dibagian yang lain masih terdapat beberapa gerombol orang2 seperti mereka, terlelap di bawah atap stasiun. Mungkin ada puluhan gerombol, tinggal kalikan saja dengan jumlah stasiun yang ada, terminal, pelabuhan, pinggir2 jalan, dan tempat2 lain (kecuali airport tentunya).

Diluar stasiun tukang2 ojek, sopir taksi dan angkutan, loper koran mulai sibuk dengan kegiatannya. Sepagi itu jalanan sudah macet dengan orang yang berjualan di pasar tumpah yang kulewati. Puluhan sepeda motor hendak mudik terlihat dari tas-tas besar yang dibawanya.

Belum lagi matahari muncul tapi suasana sejuk tak kurasakan sedikitpun seperti di desa. Aroma pengusir nyamuk bakar dan selokan yang tak mengalir menyambutku di pagi itu. Aku heran bisa orang hidup seperti ini, sepanjang hidupnya.

Dimana martabat bangsa ini. Emas berlian, pasir lautan, kayu dan batu tinggal ditaman. Sungai mengalir, padi menghijau. Tapi masih banyak penghuni negeri ini yang tak punya atap untuk berlindung yang bisa disebut rumah. Masih banyak penghuni negeri ini yang menghamba pada kemiskinan kebodohan kelaparan kemalasan ketidak berdayaan. Bukannya itu yang dimaui, tapi itu yang dihadapi. Dimana martabat bangsa ini? Belum lagi tetangga yang ngrecoki, kita masih malu melihat muka sendiri.

Masih ada yang mengenal Tuhannya? Yang memberi tampa meminta, adakah yang menirunya? Mana yang mengenal Tuhannya? Yang memberikan kasih sayang walaupun yang diberi tak mau memandangnya! Akankah negeri ini berjaya.

Hanya yang mengenal Tuhannya yang mampu melihat. Melihat didalam kegelapan problema kehidupan. melihat dalam kabut ketakutan, kelaparan, kekurangan harta dan buah-buahan. Tanya pada dirimu untuk apa diciptakan. kita kan kembali bukan menetap selamanya. Kita tak abadi tinggal di bumi. Kenalilah dirimu…lalu kenali Tuhanmu. Kenal Tuhanmu maka lihatlah duniamu…ini..

Selamat Idul Fitri 1430 H 2009 M. TakobAllohu minna wamingkum…Amin…semoga Alloh memberikan petunjuknya kepada kita semua…

Read Full Post »

Berkehendak


2. Maha berkehendak…

Tuhan itu punya kehendak yang mutlak terhadap segala hal…hal ini juga tercermin dalam pribadi manusia tentu saja dalam skala kemanusiannya. Setiap manusia punya kehendak ataupun pilihan dalam hidupnya,,, apakah alan memilih yang baik ataukah memilih yg buruk,,,memeilih jalan yang mudh ataukah jalan yang sulit. Sebagian orang salah mengira bahwa semua hal telah digariskan oleh Tuhan sehingga kita tidk bisa merubahnya, yang populer disebut dengan takdir. Yang perlu dipahami disini sebenarnya ada dua hal. Pertama kita punya informasi bahwa tuhan telah menetapkan segalanya, kedua Tuhan memberikan kebebasan kepada makluknya untuk memilih jalan yang dikehendakinya. Disini terlihat kontradiksi,,, tetapi sebenarnya tidak. pemahaman kita sajalah yang berkontradiksi, tetapi hakikat hal itu adalah benar.

Konsep tak dir sejauh yang saya pahami…Takdir itu seperti script ataupun kode/perintah/tag yang telah diciptakan sebelum segala sesuatu diciptakan oleh Tuhan. Misalkan kita mmendapat uang hari ini,,,apakah hal ini sudah ditakdirkan sebelumnya atau ada hal lain?. dalam hal ini kita mendapatkan uang tentu ada sebab atau asbabul nuzulnya. Misalkan kita telah bekerja sebelumnya, ataupun kita telah bersedekah sehingga diganti oleh Tuhan dengan yang lain. Nah disini terlihat bahwa dengan kita bekerja kita akan mendapatkan uang. itu adalah script ataupun kodenya. tetapi hal itu tentu saja dibawah kendali Yang Maha Kuasa. berjuta-juta variable yang akan mmempengaruhi hasil akhirnya.

Karena Tuhan tidak pernah menganiaya Makluknya. Tuhan tidak pernah menentukan keburukan untuk makluknya. tetapi manusia itu sendirilah yang bertindak tidak sesuai dengan fitrah kebaikannya sehingga ia harus menerima konsekuensinya di dunia dan di akhirat. Contoh..adakah tuhan menentukan makluknya mati dengan cara bunuh diri,,,?tentu saja tidak karena Tuhan melarang hal itu. Jadi kita punya kehendak dan pilihan akan jalan yang akan kita tempuh. kalo ada pelacur ditanya apakah ia suka akan pekerjaannya,,mungkin ia akan menjawab tidak, kemudian kalo ditanya lagi kenapa mau? mungkin dia akan menjawab,,mungkin ini sudah takdir….

Nah,,,manusia punya pilihan,,,Tuhan punya ketentuan,,,Mari jalani jalan yang lurus sembari memohon bimbingannya…Yakinlah tidak ada manusia yang ditakdirkan dengan keburukan dan kejahatan di dunia ini. semua dilahirkan dengan kebersihan dan kesucian jiwanya,,, yang berasal dari tiupan Roh dari Tuhannya…Tuhan semesta alam….

Read Full Post »

%d blogger menyukai ini: